Parah..!! Selain Beras, Daging Program BPNT Ponorogo Berbau Busuk

PONOROGO-Tak hanya beras yang kusam dan berbau apek, nampaknya bisnis memanfaatkan orang miskin di program BPNT senilai 200 ribu rupiah berupa daging sapi juga dikeluhkan agen dan masyarakat. Selain mengeluarkan bau tak sedap, daging tanpa di freezer ditempat agen itu hanya dibuang oleh penerima manfaat, Rabu (26/01/2022).

Keluarga penerima manfaat, Novianto (23) menuturkan, dia mengambilkan daging jatah kakeknya, Karmini, di agen wilayah kecamatan Ngrayun pada bulan November dan Desember lalu. Selain daging busuk, bantuan non tunai berupa beras juga tak layak konsumsi.

” Saya tidak tahu kalau dagingnya memang busuk, tapi waktu saya ambil sudah berbau tidak sedap. Waktu itu langsung saya masukkan freezer. Setelah banyak yang bilang kalau dagingnya busuk lalu dibuang,” kata Novianto kepada sejumlah wartawan.

Penerima bantuan lainya, Wiwit (60), mengaku daging yang berbau busuk itu sempat diolah menjadi lauk. Namun, karena rasa dan bau busuknya cukup menyengat, akhirnya masakan itu juga dibuang.

“Waktu ambil dari agen sudah bau tapi sempat saya masak, berhubung tak enak akhirnya saya buang,” katanya.

Sementara menangapi hal itu, Adip Wahyudi, Koordinator Daerah Program Sembako Kabupaten Ponorogo saat dikonfirmasi mengatakan, penyaluran tahap (akhir tahun) dari segi kualitas beras memang kurang baik. Sedangkan untuk busuknya daging diduga karena partai besar dan juga agen tak memiliki freezer membuat daging tak layak konsumsi.

“Kita menghimbau pada agen agar mencari supplier yang kualitasnya baik. Kita tidak mengarahkan ke siapapun, silahkan agen mencari supplier sendiri yang memiliki kualitas baik,”paparnya.

Menurutnya, kualitas beras yang dibawah standard ditemukan di kecamatan Jenangan, Ponorogo, Pulung, Sooko, Pudak dan Slahung.

“Kecamatan lain kualitas berasnya bagus. Ada 2 supplier dari 7 kecamatan itu,. Kita juga instruksikan ke agen jika mendapatkan beras yang tidak layak jangan sampai dibagikan ke penerima,”pungkasnya.(el)

Comments