Purwanto : Ketua Dewan & Penolak One Way Seharusnya Juga Tunjukan Kajianya

PONOROGO – Sejumlah tokoh di Kota Reog Ponorogo turut menyerukan kepada seluruh warga masyarakat untuk berfikir bijak dengan diterapkannya jalur one way yang digagas Bupati Sugiri Sancoko guna kemajuan Ponorogo.

Para tokoh tersebut juga balik mengkritisi statemen ketua dewan dan sejumlah pendemo yang meminta kajian dari Bupati Ponorogo terkait diterapkannya one way atau jalur searah.

Seperti disampaikan Purwanto, salah satu tokoh pemuda yang menegaskan bahwa ketua dewan yang terhormat seharusnya juga dapat menunjukkan kajian dan solusi untuk kemajuan Ponorogo.

“Ketika demo minta sebuah kajian terkait dibuatnya one way, semestinya bagi yang menolak juga punya kajiannya dong jadi berimbang yang mendukung pendapat mereka,” tegasnya.

Menurutnya, kalau memang kajian menolaknya itu lebih baik semestinya itu bisa disoundingkan dengan kajian yang dilakukan sebelumnya oleh para pihak.

Karena tentunya Bupati juga sudah membuat kajian bersama dinas terkait tokoh masyarakat, dewan, kabag hukum hingga kepolisian.

“Kalau para pendemo itu menghendaki kebaikan untuk Ponorogo terkait dibuatnya one way ya semestinya kajian juga ditunjukkan bagaimana yang terbaik untuk masyarakat Ponorogo,” ujarnya.

“Kalau sekadar menolak dan tidak bisa menunjukkan kajian yang terbaik untuk Ponorogo saya pikir anda tidak mendukung supaya Ponorogo lebih maju,” imbuhnya.

Ironis dan lucu, kata Purwanto, ketika hanya menolak tapi satu sisi tidak punya kajian atau solusi alternatif untuk kemajuan Ponorogo.

Semestinya orang akademisi paham dan sangat tahu bagaimana ketika seseorang itu berpikir kemajuan dan kebaikan untuk Ponorogo.

“Anda boleh menolak, anda boleh tidak senang, tapi ketika panjenengan menuntut juga sebuah kajian, ya sama saja anda dengan mendzolimi para pihak yang ikut merumuskan terbentuknya one way itu,” tegasnya.

Terkait adanya kecelakaan maupun dagangan yang tidak laku yang disebut imbas adanya one way, Purwanto minta masyarakat juga berfikir jernih.

“Coba panjengan tengok, kenapa sego pecel srandil yang notabene tempatnya di dalam tapi kok laku laris,” tanyanya.

“Lagi, coba panjengan tengok kecelakaan juga tidak hanya di jalur one way saja semestinya hal ini bisa menjadi pertimbangan ketika menolak,” sebutnya.

Purwanto menyebut, tidak perlu harus menerjunkan pasukannya untuk mengimbangi gerakan tersebut.

“Karena belum saatnya bergerak. Teruslah Berjuang tapi ingat jangan berjuang hanya didasari sebuah kebencian,” pungkasnya. (el)

Comments