Kesaksian Rekan Media : Jumali Orang Baik, Senggol ‘Bokong’ Istri Kasat Lantas Karena Terpeleset

KOTA MADIUN – Kegaduhan sejumlah awak media dengan Kasat Lantas Polres Madiun Kota Dwi Jatmiko di halaman Mako Polres Madiun Kota yang menuduh salah satu wartawan bernama Jumali melakukan pelecehan terhadap istrinya benar tidak unsur kesengajaan.

Ini sesaat setelah media ini menelusuri kesaksian orang orang yang saat itu bersama Jumali dan menyaksikan kejadianya. Didapat Yahya dan Hendrik yang saat itu, Yahya wartawan Pojok Kiri mengaku berada tepat disampingnya Jumali, melihat terpeleset karpet merah yang berada di podium usai wawancara kemudian berpegangan kepada asesoris podium vas bungga berbentuk pilar. Karena labil vas bungga tersebut Jumali tidak sengaja menyentuh bokong yang belakangan diketahui istri Kasat Lantas Polres Madiun Kota.

” Seketika itu Jumali meminta maaf di lokasi, namun perempuan yang belakangan diketahui lstri kasat lantas berinisial VC tidak terima. Ia marah marah dan mengancam melaporkanya kepada suaminya,” kata Yahya.

Saat itu pula, Jumali tampak kebingungan, kemudian meminta pendapat kepada Hendrik wartawan Ge FM yang mengetahui saat kejadian.

” Oke kita menghadap kasat, namun sebelum menghadap dalam perjalanan handphone Jumali berbunyi ternyata panggilan telephone dari kasat lantas. Jumali saya antar bersama rekan lain hingga masuk ruang kasat. Namun saya tidak ikut masuk kedalam, saya menunggu diluar. Entah apa yang dibicarakan di dalam hingga leduanya keluar terlihat emosi, kasat malah bilang mau melaporkan kejadian itu ke- Reskrim untuk di BAP, ” terang Yahya.

Selain itu, Yahya mengaku punya bukti foto vas bunga berbentuk pilar yang sempat dipegang Jumali, dirinya sempat memfotonya tanpa sengaja sebelum insiden tersebut.

” Saya punya fotonya dan masih tersimpan. Saya bersaksi bahwa Jumali benar benar terpeleset hampir jatuh kemudian memegang pilar karena goyang kemudian tanpa sengaja mengenai VC itu, saat itu juga Jumali meminta maaf namun tetap saja tidak terima,” jelasnya.

Kesaksian yang sama juga disampaikan Hendrik wartawan Ge FM yang saat itu posisinya di belakang Jumali. Dirinya malah melihat banyak orang lain nyaris celaka di pangung tersebut, nyaris terpeleset.

” Intinya waktu itu saya berada di belakang Jumali, terlihat Jumali kesandung karpet terus berusaha pegangan ke- pilar tapi ternyata tidak terpasang dengan kuat lalu tersentuh lah bagian belakang seorang wanita oleh tangan Jumali, seketika itu Jumali saya melihat langsung minta maaf tapi wanita itu seperti marah dan menanyakan identitas jumali,” terang Hendrik.

Lebih jauh, Yahya dan Hendrik bersaksi bahwa Jumali itu orang baik. Mereka mencontohkan pada setiap acara Jumali itu selalu membawakan doa.

“Secuilpun kalau Jumali sengaja memegang ibu VC kami tidak percayalah, itu tidak benar. Yang ada ketidak sengajaan karena terpeleset dan mau jatuh,” pungkasnya.(dy)

Comments