HMI Desak Penegak Hukum Usut Tuntas ‘Kasus BPNT’ Ponorogo

PONOROGO- Terjadinya temuan bantuan beras dan daging tak layak konsumsi di program Bantuan Pangan Non Tunai BPNT di sejumlah Wilayah Kecamatan di Kabupaten Ponorogo mendapat reaksi keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ponorogo, Minggu (06/1/2022).

Ketua Umum HMI Cabang Ponorogo, Cecep Jumadi dikonfirmasi menjelaskan, Bahwa terjadinya ketimpangan tersebut tentu membuat masyarakat ponorogo kecewa. oleh karena itu kami menilai bahwa instansi yang bersangkutan tidak serius dalam memperjuangan kepentingan masyarakat ponorogo yang membutuhkan.

” Kami meminta pemkab Ponorogo melalui Dinas Sosial harus gerak cepat untuk mengusut dan menyelesaikan permasalahan ini hingga tuntas,” terangnya.

Diakuinya, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Ponorogo turut prihatin dengan apa yang terjadi di program BPNT bulan November dan Desember lalu. Pihaknya juga mengecam keras oknum-oknum yang terlibat dalam bisnis yang menyengsarakan rakyat miskin.

“Kami mendorong dan mendukung pihak aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum seadil-adilnya. Apalagi dalam ini sudah diakui oleh Pihak Koordinator Daerah Program Sembako, Dinas Sosial Ponorogo, ” ucapnya.

Cecep juga berharap, agar terduga pelaku yang mempermainkan rakyat miskin untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sebab, selain adanya dugaan korupsi ini sangat merugikan negara. Masyarakat miskin sebagai penerima (KPM) juga tidak menerima manfaat atas perbuatannya, padahal program tersebut bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan.

” Peristiwa yang semacam ini akan menjadi pembuktian integritas penegak hukum dalam menegakkan keadilan. Rakyat wajib dilindungi dalam payung hukum. Kami juga akan terus mengawal kasus ini hingga selesai, agar kejadian-kejadian semacam ini tidak terjadi lagi. Intinya, yang bermain wajib diadili sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pihaknya juga mengancam, jika dalam waktu 1X24 jam kasus tersebut tidak segera di tindaklanjuti, maka Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ponorogo akan melakukan aksi turun jalan.

“Kita akan turun jalan menyuarakan aspirasi, jika penegak hukum tidak segera mengusutnya,” pungkas Cecep Jumadi. (el)

Comments